MOCAS atau yang dikenal juga
dengan moving class pertama ini sangat seru. Pada kesempatan kali
ini, Moving Class di laksanakan di Aula Fakultas Teknik UNS . Pemateri
pada mocas pertama ini di isi oleh Ibu Mursida Rambe dan Pak Rosnendya
Yudha Wiguna yang sudah dikenal karena kontribusinya dalam masyarakat. Materi
pertama adalah materi ekonomi kerakyatan di sampaikan oleh Ibu Mursida Rambe yang
merupakan salah satu founder BMT bringharjo. Ekonomi kerakyatan yang ada
di Indonesia memiliki ciri sebagai berikut :
1. Negara menguasai seluruh SDA
2. Saling support satu sama lain dan saling bergotong-royong
3. Masyarakat ikut dilibatkan
4. Ekonomi atas dasar kerakyatan
2. Saling support satu sama lain dan saling bergotong-royong
3. Masyarakat ikut dilibatkan
4. Ekonomi atas dasar kerakyatan
Dari ciri di atas masyarakat berperan penuh dalam menjalankan roda ekonomi. Ekonomi
kerakyatan ini bertujuan untuk membangun negara yang berdikari, mendorong
pemerataan kesejahteraan, dan mendorong pertumbuhan perekonomian yang
berkesinambungan.BMT (Baitul amal waTamwil) berarti runah untuk mengelola
harta. Bmt bringharjo sendiri merupakan koperasi berbasis syariah yang
memudahkan para anggotanya untuk mendapat modal dan mengembangkan usahanya
serta membebaskan para anggotanya dari jeratan lintah darat. Pasar
beringharjo sendiri dikenal dengan pasar yang sangat ramai karena berada di
jantung kota jogja, dan merupakan salah satu pasar terbesar di jogja dan
menjadi destinasi wisata para turis baik domestik maupun mancanegara. Ibu Mursida Rambe tergerak hatinya untuk mengulurkan tangannya membantu para
pedagang yang tidak memiliki modal, bahkan ada yang hanya meminjam uang
pada rentenir hingga di jual rumahnya karena tidak bisa mengembalikan uang yang
di pinjam sedangkan ia harus mengembalikan uang beserta bunganya yang terus berbunga.
Dengan modal
keyakinan , usaha, ketekunan, dan doa ibu mursida
memberanikan diri untuk mendirikan bmt beringharjo dengan modal uang dari
pelatihan ekonomi syariah sebesar 2juta rupiah. Bersama dengan dua orang
rekannya yang merantau di jogja ia membuka bmt beringharjo di selasar masjid .
Segala usaha dilakukannya untuk memberi tahu pada khalayak ramai bahwa bmt
beringharjo bersedia untuk membantu mereka yang terjerat utang pada rentenir
atau apapun mengenai masalah ekonomi.
Dari semua
itu di dapatkan dengan keyakinan,kesungguhan, dan doa. Dengan ketiga cara itu
pasti kita bisa mengubah dunia menjadi lebih baik. Kesimpulan yang di dapat
dari materi pertama , sangatlah besar potensi Indonesia , menjadi sia-sia jika
generasi yang akan datang sama dengan generasi sekarang. Jadilah mahasiswa yang
memiliki intelektual tinggi serta mahasiswa yang pro aktif yang nantinya akan
kembali turun ke masyarakat dan bermanfaat di dalam masyarakat.
Materi kedua di sampaikan oleh Bapak Rosnendya. Pada materi kebangsaan kali ini
di bahas mengenai Semangat Samanhudi, Semangat kemandirian, dan Kemerdekaaan
negeri. Materi ini menguak persoalan mengenai sejarah pergerakan kemerdekaan
indonesia yang di pelopori oleh organisasi SDI yang di motori oleh Samanhudi.
Banyak orang yan menyangka pergerakan kemerdekaan indonesia di awali sejak
berdirinya organisasi kepemudaan Budi Utomo yang notabene merupakan organisasi
pemuda yang terdiri dari kalangan anak bangsawan yang berpendidikan dan
mengenyam pendidikan di negeri belanda. Banyak pengikut anggota ini, dari berbagai kalangan. mereka tersebar di seluruh pulau di Indonesia, sedangkan Budi utomo terkesan eksklusif karena hanya ada di Jawa dan Madura. Keanggotaan SI lebih terbuka untuk segala lapisan masyarakat, sedangkan keanggotaan Budi Utomo berasal dari kalangan Priyayi. Syarikat Islam / Sarekat Islam (disingkat SI) dahulu bernama Sarekat Dagang Islam
(disingkat SDI) didirikan oleh Haji Samanhudi pada tanggal 16 Oktober
1905, lahir sebelum adanya organisasi Budi Utomo. Sarekat Dagang Islam merupakan organisasi pertama yang lahir di
Indonesia, pada awalnya Organisasi Sarekat Islam yang dibentuk
oleh Haji Samanhudi ini merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam
yang menentang masuknya pedagang asing yang ingin menguasai ekonomi
rakyat. SI sendiri memiliki tujuan untuk memajukan semangat dagang bangsa indonesia dan hidup menurut perintah agama serta menghilangkan faham-faham keliru mengenai Agama Islam sebagai agama mayoritas tulang punggung bangsa. SI juga melahirkan akar kesadaran politik yang kemudian bertransformasi menjadi SDI (Sarekat Dagang Islam). Sehingga pada Maret 1916 SI mengajukan diri sebagai badan hukum di Notaris dan di setujui oleh pemerinatahan Belanda. Sesungguhnya pergerakan kemerdekaan
bermula dari SI yang memiliki anggota di seluruh indonesia sebanyak hampir dua
juta orang. Terbukti pada kongres pertama (26 Januari 1913) di Surabaya disambut dengan meriah oleh masyarakat dengan korps musik. Lalu pada kongres kedua (12 Februari 1913) kata nasional untuk pertama kali di perdengarkan, kongres kedua ini dihadiri oleh kurang lebih 8000-10000 orang. Hal ini menunjukkan betapa besarnya semangat juang para rakyat Indonesia untuk menjadi bangsa yang kebih maju dan bebas dari penjajah.