Jumat, 21 Oktober 2016

4th Mocas

Halo everyone, back with me again. after a long time no blogging, cause many task i've to do wkwk :D
Mocas ke empat kali ini seru banget pastinya. Karena apa ? disini kita belajar tentang cara untuk "memperjuangkan". memperjuangkan tuntutan masyarakat dan kita sebagai mahasiswa agent of change pastinya. So lets check this out !!
Pembicara kali ini ada Mas Gilang Garendi (Menko Eksternal BEM UNS 2015)
seperti yang sudah di bahas pada post saya sebelumnya. mahasiswa adalah seorang:
1. Agent of change, karena mahasiswa di sini berperan sebagai pengantar menuju perubahan yang lebih baik secara langsung, bukan yang membuat terjadinya perubahan. Hal ini dapat dimaknai bahwa mahsiswa langsung membuat suatu perubahan yang signifikan dengan cara apapun ditempuh, cara yang pastinya dengan ke khas an mahasiswa yaitu berdiplomasi dengan pihak terkait serta turun ke jalan.
2. Iron Stock, mahasiswa diharapkan bisa menempatkan diri akan pengaruh dari luar sana dan kebijakan-kebijakan yang telah di tentukan secara langsung. Hal ini memiliki maksud yaitu, mahasiswa di harapkan bisa peka terhadap  situasi dan kondisi apapun yang dirasa akan mengubah suatu tatanan bangsa ini. Dengan ke pekaan yang timbul akan muncul pikiran-pikiran untuk dapat berpartisipasi dalam memperjuangkan kesejahteraan bagi bangsa ini.
jadi mahasiswa itu di ibaratkan dalam hitungan fisika adalah
V= X x t
Keterangan :
X : (jarak) pergerakan posisi mahasiswa
t  : waktu
Jadi dapat disimpulkan bahwa Kecepatan atau kemampuan pergerakan mahasiswa untuk menuju posisi yang lebih baik terhadap waktu.
Aksi mahasiswa
Aksi mahasiswa dapat diartikan sebagai suatu bentuk pergerakan mahasiswa yang peka untuk turun kejalan demi terciptanya kesejahteraan bangsa ini.
Hal ini juga bisa di ibaratkan dengan rumus gaya dalam Fisika yaitu :
F=m x a
Keterangan :
m : (massa) jumlah banyaknya masa yang ikut serta
a  : (percepatan) dimana terjadinya sebuah integrasi yang besar
Jadi dapat disimpulkan bahwa Gaya atau kemampuan yang dimiliki mahasiswa muncul dari aksi yang ditimbulkan atau yang dilakukan.
Tujuan aksi sendiri adalah untuk mengejar sebuah angan atau cita-cita. Aksi seorang mahasiswa tidak semata di lakukan tanpa alasan dan perlu pemikiran yang matang. Oleh karena itu, sebelum memulai aksi mahasiswa memiliki dasar yaitu sebuah ideologi. Ideologi menjadi penting karena dengan suatu ideologi kita dapat menindaklanjuti suatu bahasan dengan berpegangan pada suatu ideologi tersebut. Karena ideologi terciptalah sebuah pemikiran atau gagasan, yang nantinya akan menjadi sebuah pengetahuan. Pengetahuan bukan hanya diperoleh dari membaca, atau konteks apapun yang ada baik di buku maupun media. Tetapi, bisa dilihat dari situasi dan kondisi lingkungan sekitar. Untuk menumbuhkan semua itu perlu adanya sebuah latihan untuk menumbuhkan ideologi dengan cara ikut serta dalam kegiatan berorganisasi.

SPB 2016
Kami Generasi Penerus Merah Putih

Jumat, 07 Oktober 2016

2nd MOCAS

Haloo back with me,  kali ini bakal nge share materi dari MOCAS 2 yang pastinya nggak kalah seru dari mocas yang pertama. Penasaran,  di mocas 2 ngapain aja dan mau tau keseruannya? Lets check this out!
Pada mocas kedua bertemakan "Membangun jiwa Creative Entrepreneurship" yang kali ini pembicaranya adalah bapak Ahmad Adib, Ph. D yang merupakan dekan FSRD UNS dan Septandho Hijaf, S.Sn yang juga CEO dari Kreawindo . Bapak Ahmad Adib dikenal sebagai akademisi,selain sebagai akademisi beliau juga mendirikan sebuah usaha yang kini dikenal gaungnya. Kewirausahaan  menjadi salah satu jalan alternatif yang menggiurkan untuk meraih kesuksesan.  Apalagi pada masa sekarang ini yang jumlah angka penganggurannya sudah menembus angka 16juta orang dan dari tahun ke tahun kian mengalami kenaikan.  Hal ini membuat banyak kalangan apalagi penmuda untuk terjun di dunia kewirausahaan untuk mengurangi angka pengangguran.  Untuk meraih semua itu di perlukan adanya:
1. Managemen diri sendiri dan harus paham kita itu siapa dan harus bagaimana ?
2. Mengetahui , menyadari, memahami kapasitas diri sendiri dan sadar akan potensi yang nantinya akan menjadi kapasitas dan kompetensi kita sendiri. Potensi disini merupakan sesuatu yang belum dimulai, tapi akan segera di realisasikan.
3. Memetakan diri atau self mapping yaitu  kita dapat memetakan diri atau menempatkan diri di manapun dan dalam keadaan apapun meskipun kita belum pernah mencoba.
Kesimpulannya adalah jangan pernah takut untuk gagal dan teruslah mencoba karena kesuksesan tidak datang secara instan.

Jumat, 30 September 2016

1st MOCAS



MOCAS atau yang dikenal juga dengan moving class pertama ini sangat seru.  Pada kesempatan kali ini,  Moving Class di laksanakan di Aula Fakultas Teknik UNS . Pemateri pada mocas pertama ini di isi oleh Ibu Mursida Rambe dan Pak  Rosnendya Yudha Wiguna yang sudah dikenal karena kontribusinya dalam masyarakat. Materi pertama adalah materi ekonomi kerakyatan di sampaikan oleh Ibu Mursida Rambe yang merupakan salah satu founder BMT bringharjo. Ekonomi kerakyatan yang ada di Indonesia memiliki ciri sebagai berikut :
1. Negara menguasai seluruh SDA
2. Saling support satu sama lain dan saling bergotong-royong
3. Masyarakat ikut dilibatkan
4. Ekonomi atas dasar kerakyatan
          Dari ciri di atas masyarakat berperan penuh dalam menjalankan roda ekonomi. Ekonomi kerakyatan ini bertujuan untuk membangun negara yang berdikari, mendorong pemerataan kesejahteraan, dan mendorong pertumbuhan perekonomian yang berkesinambungan.BMT (Baitul amal waTamwil) berarti runah untuk mengelola harta. Bmt bringharjo sendiri merupakan koperasi berbasis syariah yang memudahkan para anggotanya untuk mendapat modal dan mengembangkan usahanya serta membebaskan para anggotanya dari jeratan lintah darat. Pasar beringharjo sendiri dikenal dengan pasar yang sangat ramai karena berada di jantung kota jogja,  dan merupakan salah satu pasar terbesar di jogja dan menjadi destinasi wisata para turis baik domestik maupun mancanegara. Ibu Mursida Rambe tergerak hatinya untuk mengulurkan tangannya membantu para pedagang yang tidak memiliki modal,  bahkan ada yang hanya meminjam uang pada rentenir hingga di jual rumahnya karena tidak bisa mengembalikan uang yang di pinjam sedangkan ia harus mengembalikan uang beserta bunganya yang terus berbunga.
Dengan modal keyakinan , usaha,  ketekunan,  dan doa  ibu mursida memberanikan diri untuk mendirikan bmt beringharjo dengan modal uang dari pelatihan ekonomi syariah sebesar 2juta rupiah. Bersama dengan dua orang rekannya yang merantau di jogja ia membuka bmt beringharjo di selasar masjid . Segala usaha dilakukannya untuk memberi tahu pada khalayak ramai bahwa bmt beringharjo bersedia untuk membantu mereka yang terjerat utang pada rentenir atau apapun mengenai masalah ekonomi.
Dari semua itu di dapatkan dengan keyakinan,kesungguhan, dan doa. Dengan ketiga cara itu pasti kita bisa mengubah dunia menjadi lebih baik. Kesimpulan yang di dapat dari materi pertama , sangatlah besar potensi Indonesia , menjadi sia-sia jika generasi yang akan datang sama dengan generasi sekarang. Jadilah mahasiswa yang memiliki intelektual tinggi serta mahasiswa yang pro aktif yang nantinya akan kembali turun ke masyarakat dan bermanfaat di dalam masyarakat.
          Materi kedua di sampaikan oleh Bapak Rosnendya. Pada materi kebangsaan kali ini di bahas mengenai Semangat Samanhudi, Semangat kemandirian, dan Kemerdekaaan negeri. Materi ini menguak persoalan mengenai sejarah pergerakan kemerdekaan indonesia yang di pelopori oleh organisasi SDI yang di motori oleh Samanhudi. Banyak orang yan menyangka pergerakan kemerdekaan indonesia di awali sejak berdirinya organisasi kepemudaan Budi Utomo yang notabene merupakan organisasi pemuda yang terdiri dari kalangan anak bangsawan yang berpendidikan dan mengenyam pendidikan di negeri belanda. Banyak pengikut anggota ini, dari berbagai kalangan. mereka tersebar di seluruh pulau di Indonesia, sedangkan Budi utomo terkesan eksklusif karena hanya ada di Jawa dan Madura. Keanggotaan SI lebih terbuka untuk segala lapisan masyarakat, sedangkan keanggotaan Budi Utomo berasal dari kalangan Priyayi. Syarikat Islam / Sarekat Islam (disingkat SI) dahulu bernama Sarekat Dagang Islam (disingkat SDI) didirikan oleh Haji Samanhudi pada tanggal 16 Oktober 1905, lahir sebelum adanya organisasi Budi Utomo.  Sarekat Dagang Islam merupakan organisasi pertama yang lahir di Indonesia, pada awalnya Organisasi Sarekat Islam yang dibentuk oleh Haji Samanhudi ini merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang masuknya pedagang asing yang ingin menguasai ekonomi rakyat. SI sendiri memiliki tujuan untuk memajukan semangat dagang bangsa indonesia dan hidup menurut perintah agama serta menghilangkan faham-faham keliru mengenai Agama Islam sebagai agama mayoritas tulang punggung bangsa. SI juga melahirkan akar kesadaran politik yang kemudian bertransformasi menjadi SDI (Sarekat Dagang Islam).  Sehingga pada Maret 1916 SI mengajukan diri sebagai badan hukum di Notaris dan di setujui oleh pemerinatahan Belanda. Sesungguhnya pergerakan kemerdekaan bermula dari SI yang memiliki anggota di seluruh indonesia sebanyak hampir dua juta orang. Terbukti pada kongres pertama (26 Januari 1913) di Surabaya disambut dengan meriah oleh masyarakat dengan korps musik. Lalu pada kongres kedua (12 Februari 1913) kata nasional untuk pertama kali di perdengarkan, kongres kedua ini dihadiri oleh kurang lebih 8000-10000 orang. Hal ini menunjukkan betapa besarnya semangat juang para rakyat Indonesia untuk menjadi bangsa yang kebih maju dan bebas dari penjajah.

Jumat, 23 September 2016

Whats on Grand Opening SPB 2016

Sekolah penerus bangsa atau yang biasa di sebut SPB merupakan salah satu program kerja dari BEM UNS 2016. SPB sudah berjalan mulai dari tahun 2012. Penasaran di SPB itu ngapain aja? disini bakal dibahas apa aja sih kegiatan dan keseruan di Grand Opening SPB 2016. So Check this out! :) 
Grand Opening SPB 2016 kali ini berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 16-18 September 2016 bertempat di KOREM WARASTRATAMA 047 Surakarta. 
Hari Pertama di mulai dengan pembukaan yang berlangsung di rektorat. 
Materi pertama di sampaikan oleh Mas Hassan seorang Sarjana Psikologi UNS yang kini melanjutkan studi profesinya di UGM. Materi yang di sampaikan adalah mengenai "Konsep DIri" disini dijelaskan bahwa kita sebagai mahasiswa harus mengetahui apa saja yang ada pada diri kita. Konsep diri diawali dengan mengenali identitas di dalam diri kita, kita harus tahu apa saja yang menjadi hak dan kewajiban kita. Oleh karena itu, kita mengemban tanggungjawab yang banyak dari identitas kita.   Konsep diri juga menjadi modal kita untuk berbaur dengan masyarakat dan di terima di dalamnya. Untuk itu kita  harus punya:
1.  Citra tubuh 
    Citra tubuh merupakan sikap, presepsi, keyakianan serta pengetahuan individu yang secara tidak sadar terus menerus ada dalam individu dan melekat di dalamnya.
2.  Diri ideal 
     Diri ideal merupakan kemampuan individu untuk mempunyai sikap atau norma yang sesuai dengan kondisi masyarakat. 
3.  Harga diri 
    Harga diri merupakan apresiasi atau penilaian individu terhadap dirinya sendiri dengan apa yang ia telah kerjakan. Hal ini dapat dilihat dari kapabilitas individu dalam melakukan sesuatu dan hasil kerja individu itu sendiri. 
4. Peran
   Peran merupakan kemampuan individu untuk bisa ikut berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. 
Analisis SWOT juga perlu untuk mengenali identitas kita. Apa itu SWOT? SWOT (Strength,Weakness,Opportunities,Trap) merupakan analisis yang berguna untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, serta hambatan yang ada pada diri kita. Dengan melakukan Analisis SWOT pada diri kita sendiri kita bisa mengeksplor kekuatan, menutupi kelebihan, mengambil peluang yang ada, serta mengatasi hambatan di diri kita. 
Pemahaman Identitas diri akan menjadikan kita memperoleh hal terbaik dari diri kita di hadapan Tuhan, serta  seberapa jauh kebermanfaatan kita di dalam masyarakat.
 
Materi kedua membahas tentang Peran mahasiswa. Materi kali ini di sampaikan oleh Mas Edo Rohadi, yang merupakan mantan Wapresma IPB. Peran mahasiswa yang di maksud yaitu mahasiswa dapat mengatur dirinya sendiri,mandiri, mengakar pada diri sendiri. Kemandirian ini menunjukkan bahwa mahasiswa harus berperan pro aktif dalam hal apapun. Carilah hal-hal unik untuk kita perankan sebagai mahasiswa. Janganlah memperkecil tujuan, maka kita dapat mengambil esensinya. Dari materi yang di sampaikan ada 4 hal yang perlu di perhatikan dalam berperan menjadi seorang mahasiswa yaitu : 
1. Agent of changes
   Mahasiswa sebagai Agent of Changes atau agen dalam perubahan karena julukan mahasiswa dientik dengan jiwa muda yang memiliki pemikiran yang kritis, berorientasi maju, dan peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.
2. Iron Stock Mahasiswa 
   Mahasiswa memiliki jiwa kepemimpinan yang besar serta memiliki intuisi dan kemampuan untuk melakukan kaderisasi. Kaserisasi yang tentunya lebih baik dari pada yang sebelumnya serta yang dapat meneruskan perjuangan sebagai mahasiswa yang bermanfaat bagi masyarakat . 
3.Social Control 
   Mahasiswa merupakan individu yang intelektual dimana ia dapat memikirkan solusi untuk memecahkan suatu masalah. Dalam hal ini Mahasiswa memiliki Social control yang akan mengkontrol jiwa, pikiran serta emosinya dalam melakukan aksi ataupun pergerakan di dalam masyarakat. Semua itu di pikirkan dari hal yang terbaik hingga yang paling terburuk. 
4. Moral Force 
   Mahasiswa memiliki moral atau kepribadian yang menjadi teladan bagi orang lain, karena mahasiswa mempunyai tanggungjawab atas perannya sebagai agent of changes.  
Materi ketiga di sampaikan oleh  Mas Yuli dari FKIP UNS. Materi kali ini berbicara tentang Kepenulisan. Menulis bukanlah untuk menulis. Menulis tak hanya pada media kertas saja, di media apapun kita bisa menulis. Menulis merupakan kegiatan yang dapat menyalurkan segala ide yang ada di pikiran kita yang nantinya akan menjadi sebuah maha karya. Kita menulis karena memiliki banyak manfaat seperti untuk mengawal pikiran masyarakat/publik, membangun kesadran nasional, menentang penyimpangan dan ketidakadilan, dan membangun persatuan. Ciri-ciri tulisan yang baik adalah mudah untuk di mengerti, komunikatif, memenuhi standar etika dan keadilan, dan sesuai dengan konteks yang ada. Lalu untuk menulis kita perlu modal, yaitu mendengarkan semua hal dan menyaringnya dengan kesadaran akal. menurut "Neo Letto" ada 4 optimasi mekanisme pandang yang di gunakan dalam kegiatan menulis yaitu, sudut pandang, cara pandang, jarak pandang, dan resolusi pandang. Mari menulis dengan segala Kreativitas dan keberanian ekspresi jiwa yang di tuangkan dalam bahsa dan tulisan yang indah untuk mempersembahkannya kepada Tuhan diiringi dengan kejujuran hati dan kepekaan sosial.